Penyebab Sakit Kuning pada Balita

Penyakit kuning pada balita pada umunya terjadi pada beberapa hari paska bayi dilahirkan, dan sebagian besar disebabkan oleh penumpukan zat bernama bilirubin di dalam aliran darah. Bilirubin terbentuk dari penghancuran sel darah merah. Setiap orang memiliki kadar bilirubin normal yang berbeda-beda sesuai usianya.

Pada umumnya bayi yang masih berusia beberapa hari bila mengalami penyakit kuning ini akan sembuh dengan menjemurnya dipagi hari. Oleh sebab itu banyak sekali orang tua yang menjemur bayinya dipagi hari supaya bayinya mendapatkan sinar matahari pagi sehingga terhindar dari penyakit kuning. Tapi bagaimana jika penyakit kuning ini terjadi diusia bayi yang sudah 8 bulan keatas?

Ini adalah pengalaman pribadi saya sendiri, yaitu dimana anak kedua kami yang masih berusia 9 bulan ini mengalami kulit yang kuning. Ini terjadi sejak bayi berusia 8 bulanan. Namun anehnya kuning ini hanya terlihat dikulit yaitu dibagian telapak tangan dan telapak kaki saja. Sedangkan untuk mata, lidah, urine dan BAB nya pun normal.

Saat POSYANDU saya mencoba menanyakan kepada petugas mengenai kondisi bayi anak kami ini, tapi karena dilihat bahwa bayi kami sehat, ceria, dan tidak ada tanda-tanda lain yang mengarah ke penyakit kuning pada umunya, maka petugas saat itu hanya menyimpulkan bahwa bayi kami sehat dan tak perlu khawatir.

Wortel Bisa Menyadi Penyebab Sakit Kuning pada Balita
Wortel Bisa Menyadi Penyebab Sakit Kuning pada Balita

Setelah bayi kami berusia 9 bulan, warna kuning dikulit anak kami pun masih tetap ada, bahkan setiap orang yang bertemu dan melihat anak kami pasti berkomentar dan menanyakan perihal anak kami ini. Karena merasa semakin tidak nyaman dan khawatir, maka sebagai orang tua kami pun mengambil keputusan untuk membawa bayi kami ke Dokter Spesialis Anak.

Ketika diperiksa, dokter menanyakan kondisi urine dan feses bayi kami, dan kami menjawab jujur apa adanya bahwa urine dan feses nya normal dan tidak berwarna kuning. Karena melihat kondisi bayi yang ceria, tidak lemas, mata juga bening, maka dokter mulai menanyakan kepada kami tentang asupan makanan.

Dan akhirnya dari situ maka diketahuilah bahwa bayi kami terlalu banyak menerima asupan wortel dan labu dan sangat kekurangan asupan lemak. Sungguh saat itu kami merasa malu dan sangat terkejut, karena kami benar-benar tidak berpikir bahwa penyebab kuning pada bayi kami adalah karena kekurangan lemak.

Semakin banyaknya anak jaman sekarang yang tidak suka makan sayur, semakin banyaknya olahan daging, dan semakin banyaknya orang yang terkena tekanan darah tinggi, stroke, jantung dan penyakit lain yang disebabkan karena terlalu banyaknya mengonsumsi lemak dan kurangnya mengonsumsi sayur dan buah memang menjadi pemikiran awal bagi kami untuk membiasakan dan lebih banyak memberikan sayuran kepada bayi kami.

Namun ternyata kami lalai memperhatikan bahwa bayi kami pun sangat membutuhkan asupan lemak untuk tumbuh kembangnya. Saat itu dokter menyarankan untuk memberikan lebih banyak keju, butter, dan makanan yang mengandung lemak sehat untuk bayi kami, dan untuk sementara mengurangi wortel terlebih dahulu.

Semoga pengalaman kami ini menjadi pelajaran bagi bunda semua untuk lebih memperhatikan KESEIMBANGAN pola makan bayi kita. Jangan sampai hal serupa terjadi pada bayi bunda sekalian, dan juga bila dirasa ada yang aneh dengan bayi kita, maka sebaiknya segera bawa ke dokter spesialis anak supaya apa yang menjadi kejanggalan bisa segera terjawan dan diketahui. Ingat, memberikan asupan yang penuh nutrisi sehat adalah investasi awal bagi masa depan anak.

, ,
Latest Posts from Kompanesia.com