bayi di bedong

Pentingnya Bedong Bayi – Hai Bunda, disini saya ingin sedikit berbagi cerita singkat mengenai kelahiran bayi pertama kami. Saat pertama buah hati kami akan lahir, perawat meminta kami menyiapkan beberapa perlengkapan yaitu baju, popok, dan bedong bayi oleh perawat (tanpa grito/gurita ya bunda). Ternyata perlengkapan itu untuk persiapan berpakaian setelah bayi kami lahir. Dan ternyata setiap mereka akan memandikan bayi kami, mereka meminta perlengkapan yang sama.

Saya pikir para perawat sudah tidak memerlukan kain bedong bayi, tetapi ternyata mereka mintanya. Mereka tetap membalut bayi mungilku dengan kain bedong. Sebenarnya sah-sah saja membedong bayi tetapi dengan catatan bedongannya tidak terlalu kencang ya bunda, dan jangan dilakukan 24 jam, beri kesempatan bayi untuk bergerak bebas. Nah, setelah saya amati, ternyata benar, balutan bedongnya tidak kencang kok Bunda, jadi tidak sampai menyakiti bayi.

Para ibu zaman dulu, membedong bayi dilakukan dengan benar-benar erat, dengan alasan agar kaki bayi lurus saat dewasa nanti. Karena di dalam perut ibu, posisi kaki bayi terbiasa meringkuk seperti huruf M. Jadi setelah lahir mereka membedongnya dengan sangat erat. Jadi tak heran jika pernah melihat nenek membedong cucunya dengan sangat rapat.

Bedong pada Bayi
Bedong pada Bayi

Tetapi cara ini ternyata tidaklah cocok dengan penelitian saat ini. Membedong bayi dengan sangat erat akan membuat bayi tidak bisa bergerak bebas dan justru berbahaya untuk buah hati bunda karena dapat menimbulkan gangguan panggul atau dysplasia. Posisi kaki bayi akan lurus seiring dengan bertambahnya usia mereka. Jadi, lurus atau tidak nya kaki bukan bergantung dari bedongan ya Bunda.

Jadi lakukan membedong bayi cukup dengan longgar dan nyaman dengan tujuan agar bayi tetap hangat, tidak mudah terkejut atau sering disebut reflek moro sehingga bisa tidur nyenyak ya bunda. Masih teringat jelas kan Bunda, 9 Bulan bayi berada diperut Bunda yang hangat dan sempit, hal itu sama dirasakan oleh bayi saat dibedong, yaitu hangat dan lebih tenang. Jadi kalau bayi Bunda sedang rewel, membedongnya dapat membuat bayi anda tidak rewel lho Bunda.

Jika Bunda tetap ingin membedong bayi, gunakan kain yang tipis saja ya Bunda. Bungkus bayi dari bahu sampai kaki. Saat bayi anda tidur, baringkan dengan posisi telentang ya Bunda, jangan pada posisi miring atau bahkan tengkurap, hal ini mengurangi resiko SIDS (sudden infant death syndrome) atau kematian bayi mendadak ya Bunda.

Sayangi bayi anda. Jadi pergunakan bedong dengan sebaik mungkin dan cara yang benar ya Bunda. Ingat, manfaat atau tujuan dari membedong bayi adalah untuk memberikan kehangatan, jadi jangan terlalu kencang dan jangan juga terlalu lama. Kenapa tidak boleh terlalu lama? Karena jika terlalu lama bayi akan terlalu nyaman dan akan lebih banyak tidur, padahal bayi juga perlu dibangunkan untuk minum ASI, jangan sampai gara-gara di bedong bayi anda jadi dehidrasi.

, , , , , ,
Artikel Populer Lainya
Latest Posts from Kompanesia.com