Bayi tidur tanpa gurita

Pemakaian Gurita pada Bayi – Saya ada satu pertanyaan untuk Bunda. Menurut Bunda, aktifitas apakah yang paling Bunda suka saat bersama sang buah hati? Kalau saya, salah satunya adalah disaat memandikannya, karena disana si baby menggerak-gerakkan tangan dan kaki untuk bermain air dengan lucunya. Nah setelah mandi apa yang Bunda lakukan? Tentu saja memakaikan baju kan Bunda?

Nah, pasti Bunda sudah sangat mahir dalam hal menggantikan pakaian pada bayi. Ngomong-ngomong tentang pakaian bayi, apa saja yang Bunda kenakan selain baju dan celana bayi? Oiya ternyata ada yang menjawab kaos dalam bayi, ada pula yang menjawab gurita. Nah ada hal yang menarik disini. Sejak jaman nenek saya, selalu menggunakan gurita sebagai pengganti kaos dalam untuk bayi yang baru lahir. Apakah hal itu juga Bunda lakukan?

Saat bertanya pada seorang ibu apakah bayi anda dipakaikan gurita setelah mandi? Dan Ibu tersebut menjawab “Ya tentu saja. Agar anak saya tidak mudah masuk angin dan tetap hangat. Apalagi anak saya perempuan, gurita sangat penting agar perutnya tidak buncit, jadi selalu saya pakaikan gurita dengan kencang”.

Menanggapi jawaban sang Ibu tersebut, jawaban yang diberikan itu sebenarnya tidak salah, tetapi ada kata-kata yang kurang tepat sepertinya. Yaitu kata-kata “pakaikan gurita dengan kencang”. Mengapa harus kencang? Bukankah jika terlalu kencang malah akan membuat bayi tidak nyaman?

Anatomi perut bayi memanglah terlihat unik yaitu tampak buncit atau lebih tinggi dari dada. Coba saja Bunda baringkan bayi anda, pasti akan nampak seperti itu. Hal itu adalah hal yang wajar, bukan karena bayi anda masuk angin ya Bunda, tetapi karena lemak dan otot bayi masih tipis sehingga belum mampu menahan usus nya dan perut bayi jadi tampak buncit. Justru dengan menggunakan gurita yang kencang bayi akan kesulitan dalam bernapas kan Bunda? Penggunaan gurita yang ketat juga akan berpengaruh pada kemauan bayi untuk minum ASI. Coba perhatikan saja, jika anda mengenakan gurita dengan kencang, biasanya bayi tampak malas minum karena merasa cepat kenyang karena perutnya tertekan oleh gurita.

Jika memang ingin menggunakan gurita, coba gunakan dengan longgar saja dan coba perhatikan keinginan si bayi dalam hal minum ASI. Pasti bayi akan lebih bersemangat dan lebih sering minum karena tidak ada yang menghambat perkembangan perut mereka. Kembali lagi, perut bayi yang tampak buncit akan mengecil dengan sendirinya dengan bertambahnya usia bayi, jadi Bunda tidak perlu khawatir akan hal itu.

Masih banyak sekali ditemui penggunaan gurita pada bayi terutama ibu-ibu yang tinggal di pedesaan. Untuk daerah perkotaan sepertinya sudah mulai meninggalkan penggunaan gurita pada bayi. Sebenarnya gurita boleh saja digunakan dengan tujuan agar bayi tetap hangat ya Bunda tetapi dengan catatan pakaikan dengan longgar saja, jangan terlalu kencang agar bayi tetap dapat bernapas dengan bebas dan minum ASI dengan maksimal tanpa gumoh atau muntah ya Bunda. Dan satu lagi kelebihan dari penggunaan gurita yaitu mengurangi pergerakan tali pusat karena bergesekan dengan pakaian bayi.

Sekilas cerita pengalaman singkat dari saya untuk Bunda. Semoga bisa menjadi pengetahuan dan pertimbangan untuk para Bunda. Keputusan kembali lagi berada di tangan Bunda masing-masing karena setiap orang mempunyai prinsip masing-masing. Sampai kapanpun akan selalu ada perdebatan antara metode tradisional yang sudah dilakukan oleh nenem moyang kita dengan penemuan teori baru yang ditemukan oleh para ahli. Kita yang harus benar-benar paham kondisi bayi kita, jangan sampai ego kita malah berakibat fatal bagi si buah hati.

, , , , ,
Artikel Populer Lainya
Latest Posts from Kompanesia.com