Status CPNS dokter Romi sempat dibatalkan
Dwi Wahyu Atmaji
Dwi Wahyu Atmaji

Lowongan CPNS Oktober 2019 – Pada bulan Oktober 2019 pemerintah akan membuka Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mengisi 197.111 formasi baik untuk pemerintah pusat maupun daerah. Namun detail tentang formasinya masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

Dalam pembukaan rapat Koordinasi Nasaional Kepegawaian Rabu tanggal 25 September 2019 di Sleman Yogyakarta kemarin Dwi Wahyu Atmaji selaku Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara ( PAN ) dan Reformasi Birokrasi (RB) mengatakan “Total formasi CPNS yang tersedia adalah 197.111 posisi”.

Dari 197.111 formasi tersebut terbagi menjadi 37.854 formasi untuk mengisi di 74 kementerian dan lembaga pemerintah pusat, selebihnya yaitu 159.257 akan mengisi posisi di pemerintahan daerah. Sedangkan untuk pelaksanaan tes CPNS sendiri direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019.

Seperti biasanya, proses seleksi CPNS terdiri dari dua jenis, yakni seleksi kompetensi dasar ( SKD ) dan SKB. Kemudian proses penilaian dan pemberkasan dilakukan di tahun 2020. Dan secara garis besar formasi CPNS akan terbagi menjadi formasi umum dan khusus, formasi khusus yang dimaksud adalah ditujukan untuk padara lulusan perguruan tinggi yang memiliki nilai cumlaude, para diaspora atau WNi yang tinggal dan bekerja di luar negeri, para penyandang disabilitas dan para putra-putri asal Papua dan Papua Barat.

Sedangak untuk formasi CPNS di pemerintah daerah akan didominasi oleh guru dan tenaga kesehatan karena memang banyak daerah yang masih membutuhkan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan publik. Untuk persentase formasi kita tunggu saja pengumuman resmi dari pemerintah.

Pemerintah Diminta Perbaiki Aturan Seleksi CPNS bagi Penyandang Disabilitas

dokter gigi Romi
dokter gigi Romi

Masih ingat dengan kasus dokter gugu Romi Syofpa Ismael? Dia adalah penyandang disabilitas yang mengikuti tes CPNS dan lulus dengan perintkat Pertama namun harus dibatalkan oleh Bupati karena alasan bahwa dokter Romi tidak memenuhi syarat dalam hal kesehatan.

Oleh sebab itu karena tidak ingin kasus dokter Romi terulang, Ombudsman RI meminta pemerintah memperbaiki proses seleksi calon pegawai negeri sipil untuk penyandang disabilitas secara sistemik. Memulihkan kembali status CPNS dokter Romi hanyalan solusi praktis, dan masih membutuhkan solusi yang sistemik bagi para penyandang disabilitas yang lain yang ingin mengikuti tes CPNS.

Semoga tes seleksi tahun ini semakin jujur, transparan, dan adil bagi para penyandang disabilitas karena jelas di pasal 53 UU disebutkan bahwa “ Pemerintah Pusat dan daerah serta badan usaha milik negara dan daerah wajib memperkerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegewai atau pekerja”

Jika pasal tersebut benar-benar dijalankan, maka para penyandang disabilitas tentu memiliki kesempatan yang lebih terbuka untuk bisa bersaing dan berkaya memajukan kehidupan bangsa. Semoga tes seleksi CPNS tahun 2019 ini berjalan bersih, lancar dan tanpa ada permainan.

, , , , ,
Latest Posts from Kompanesia.com