Cara Menyimpan ASI

Mengapa harus Menyimpan ASI?

Cara Menyimpan ASI yang Benar – Halo bunda, salam ASI Ekslusif. Kali ini kita akan membahas tentang cara menyimpas ASI Perah yang benar. Pertanyaanya mengapa harus disimpan? Jawabanya tidak harus!. Topik pembahasan ini lebih ditujukan bagi bunda yang kebetulan memiliki jumlah ASI berlimpah dan harus meninggalkan bayi karena tugas, pekerjaan atau kesibukan lain.

Lalu bagaimana dengan bunda yang ASI berlebih tapi tetap siaga dirumah? Jika memang ASI bunda berlebih dan bunda selalu dirumah bersama bayi, maka memerah ASI dan menyimpanya dengan benar tetap akan bermanfaat bagi bayi lain yang mungkin produksi ASI bundanya sedikit. Dengan begitu ASI bunda tetap berlimpah dan sekaligus dapat menolong sesama.

Tapi sebelum melakukan pemerahan dan penyimpanan ASI, bunda harus tahu lebih dulu hal-hal yang harus diperhatikan supaya kualitas ASI Perah tersebut tetap terjaga dan aman untuk bayi. Hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Cara Menyimpan ASI yang Benar : Kebersihan Kemasan

cara membersihkan pompa ASI
cara membersihkan pompa ASI

Kebersihan kemasan dimulai dari bunda sendiri saat melakukan pemerahan ASI. Bunda harus mencuci tangan dan membersihkan payudata terlebih dahulu sebelum memerah ASI.
Setelah itu bunda harus membersihkan peralatan yang digunakan untuk memompa ASI dan kemasan yang akan digunakan untuk menyimpan ASI. Cuci kemasan sampai bersih, kemudian rebus dengan air mendidih, lalu bersihkan menggunakan kain atau tisu steril.
Memang terkesan repot, tapi bunda harus tetap melakukanya demi si buah hati. Jangan sampai karena kemalasan dan kecerobohan bunda mengakibatkan hal buruk pada bayi.

Cara Menyimpan ASI yang Benar : Cara Penyimpanan

ASI Perah itu tidak memiliki pengawet layaknya makanan atau minuman kemasan, jadi bunda harus hati-hati dalam melakukan penyimpanan. Gunakan labeh pada kemasan untuk menandai tanggal penyimpanan, kemudian gunakan metode First In First Out, dimana ASI yang pertama disimpan harus digunakan terlebih dahulu. Selain itu dengan adanya label tanggal, bunda dapat mengontrol apakah ASi masih layak digunakan atau tidak. Jika dirasa sudah terlalu lama sebaiknya jangan diberikan pada bayi.

Cara Menyimpan ASI yang Benar : Waktu Penyimpanan

ASI Perah memiliki masa berlaku tertentu, hal ini sangat tergantung dengan situasi cuaca dan cara penyimpanan.

  • ASI yang disimpan dalam freezer yang memiliki suhu minimal -18 derajat celcius dapat digunakan antara 5-6 bulan.
  • ASI yang disimpan dalam lemari pendingin biasa dengan suhu 4 derajat celcius hanya akan bertahan dalam waktu 4-5 hari.
  • ASI yang disimpan dalam box yang berisi es batu hanya akan bertahan kurang dari 24 jam.
  • ASI yang tidak disimpan di lemari es namun memiliki suhu cuaca tidak lebih dari 25 derajat celcius akan bertahan antara 4-6jam.

Cara Menyimpan ASI yang Benar : Cara menyimpan ASI perah dalam Kulkas

Cara Menyimpan ASI di Kulkas
Cara Menyimpan ASI di Kulkas

Untuk menyimpan ASI kedalam kulkas itu ada aturanya, tidak bisa asal masuk begitu saja.

  1. ASI yang sudah dipompa langsung di masukan kedalam botol penyimpanan yang sudah bersih
  2. Segera setelah ASI di perah langsung masukan kedalam kulkas, TAPI jangan langsung ke freezer. Pertama letakan dahulu dibagian bawah sekitar 2 jam.
  3. Setelah kurang lebih 2jam pindahkan ASI Perah tadi ke frezzer. Hal ini dilakukan untuk menjaga nutrisi tidak rusak karena perubahan suhu yang drastis.
    Lakukan ini terus menerus secara teratur, dengan bantual labeh pada kemasan maka akan membantu urutan proses penyimpanan ASI dalam kulkas ini.

Cara Menyimpan ASI yang Benar : Cara menyimpan ASI perah tanpa menggunakan Kulkas

menyimpan ASI tanpa kulkas
box es untuk menyimpan ASI

Cara ini adalah alternatif bagi bunda yang harus menyimpan ASIP tapi terkendala dengan tidak adanya kulkas atau mungkin kulkasnya sedang mengalami kerusakan. Mengapa dikatakan alternatif? Karena untuk penyimpanan ASIP paling aman adalah menggunakan kulkas.
Untuk menyipan ASI Perah tanpa kulkas, bunda membutuhkan box styrofoam atau termos es atau tempat lain yang intinya biasa digunakan untuk menyimpan es batu. Kemudian isi box tersebut dengan es batu, lalu masukan botol yang sudah berisi ASIP ke tengah-tengah kotak es, kemudian tutup dengan rapat agar suhu didalam kotak es terjaga dan es tidak mudah mencair.
Untuk cara ini bunda wajib menggunakan botol, karena jika menggunakan kemasan plastik dikhawatirkan bisa pecah atau bocor karena terkena es batu.
Cara penyimpanan dengan box es batu ini hanya bertahan kurang dari 24 jam, oleh sebab itu perlu di kontrol jika es sudah mulai mencair dan suhu sudah tidak dingin, segera ganti dengan es batu yang baru. Ulangi terus cara ini sampai maksimal 3hari. Lebih dari itu sebaiknya jangan berikan ASIP karena dikhawatirkan sudah basi.

Baca Juga :

Cara Menyajikan ASI Perah dari Botol

menghangatkan ASI
menghangatkan ASI

ASIP yang tersimpan dalam freezer tentu saja beku dan sangat dingi, jadi tidak mungkin bisa langsung diberikan pada bayi. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum ASI Perah tersebut layak diberikan pada bayi.

  1. Periksa label kemasan, ambil sesuai dengan tanggal urutan.
  2. Keluarkan ASI Perah dari freezer, lalu letakkan di lemari pendingin biasa dan tunggu sampai mencair. JANGAN mencairkan ASIP langsung pada suhu ruangan karena bisa merusak nutrisi.
  3. Setelah ASIP mencair, hangat dengan merendamnya di air hangat. Atau sekarang ini sudah banyak dijual alat yang khusus untuk menghangatkan ASI Perah.
  4. Setelah dihangatkan, segera berikan pada bayi.
    Ingat, jika ASI yang sudah dicairkan tersebut sisa, jangan pernah mencoba untuk menyimpanya kembali. Segera buang sisa ASIP tersebut karena ASIP yang sudah dibekukan dan dicairkan tidak dapat disimpan kembali karena rasa dan warnanya akan berubah.
, , , , ,
Artikel Populer Lainya
Latest Posts from Kompanesia.com