Pijat Bayi dengan Bedak bayi

Penggunaan Bedak Bayi – Hai Bunda, semoga hari ini Bunda dalam keadaan sehat. Saya ingin sedikit cerita nih Bunda. Beberapa hari lalu saya memijatkan bayi saya ke pemijatan tradisional di dekat rumah ibu karena kebetulan kami mudik kesana. Pemijatan disini ada yang sedikit berbeda dengan pemijatan modern.

Jadi begini, setelah proses memijat hamper selesai, tukang pijatnya memberi ke seluruh badan bayi dengan bedak. Alasannya agar badan bayi tidak licin akibat minyak yang digunakan untuk memijat. Apakah Bunda juga pernah mengalami hal yang sama? Kenapa pada tempat pemijatan modern mereka tidak menggunakan bedak ya?

Nah, disini kami tidak membahas tentang memijatnya ya Bunda, tetapi dalam hal pemberian bedak pada tubuh bayi itu sebenarnya diperlukan atau tidak sih? Ini salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para Bunda. Apalagi setelah memandikan bayi dan memberikan minyak telon seringkali diberikan bedak bayi juga agar bayinya semakin harum, ada juga yang memberikan bedak bayi pada pantat bayi agar pantat nya tetap kering dan bebas gatal atau ruam.

Pijat bayi dengan bedak bayi
Pijat bayi dengan bedak bayi

Banyak mitos yang membuat para bunda bingung. Sedikit penjelasan akan kami berikan mengenai perlu atau tidaknya penggunaan bedak bayi dan minyak telon pada bayi agar Bunda tidak salah langkah dalam merawat  bayi mungilnya.

Bunda pasti tau bahwa bedak tabur bayi terbentuk dari butiran  atau partikel-partikel yang sangat halus dan lembut serta ada yang beraroma wangi. Kira-kira bahaya atau tidak ya? Pada jaman ibu saya, bayi selalu diberi bedak baik setelah mandi ataupun setelah buang air kecil atau buang air besar, dan untungnya tidak ada hal buruk yang terjadi. Misalnya seperti gangguan pernapasan atau iritasi pada kulit.

Tetapi untuk masa sekarang ini penggunaan bedak bayi sepertinya mulai ditinggalkan. Ada yang beralasan karena faktor kesehatan. Ternyata serbuk halus pada bedak bayi bisa mengganggu pernapasan bayi. Itupun mungkin dikarenakan penggunaan yang terlalu banyak atau cara penggunaan yang tidak tepat. Bisa dinalar juga sih Bunda, misalnya saja orang dewasa tidak sengaja menghirup serbuk pada bedak, yang terjadi adalah dapat mengakibatkan bersin-bersin kan Bunda. Bedak bayi ternyata juga bisa menimbulkan iritasi pada kulit jika bayi yang bersangkutan memiliki kulit yang ternyata sensitif.

Sistem kekebalan tubuh bayi baru mulai terbentuk seiring berjalannya waktu. Bunda lah yang bertugas penuh untuk merawatnya, dari bangun tidur, memandikannya, mengajaknya untuk berjemur dibawah matahari pagi, memberikan ASI eksklusif, dan banyak hal lainnya. Perlu diingat ya Bunda, jangan pernah remehkan kekuatan ASI untuk tumbuh kembang dan kesehatan bayi anda.

Bedak bayi seringkali digunakan untuk mengatasi biang keringat pada kulit bayi. Ada yang berpendapat bahwa solusi tersebut kurang tepat, karena nantinya bedak malah akan menutup pori-pori kulit. Sebenarnya untuk mengatasi biang keringat bisa dengan rajin mengganti pakaian dan kaos anak jika basah atau terkena keringat. Atau gunakan pakaian yang tipis dan pendek pada buah hati anda.

Lalu sebenarnya penggunaan bedak bayi itu diperbolehkan atau tidak sih? Kalau menurut pengalaman saya saat berada di Rumah Sakit saat melahirkan, perawat tidak memberikan bedak pada bayi karena alasan kesehatan dan kebutuhan. Kembali lagi ke Bunda dan buah hati anda. Segala sesuatu jika digunakan dengan tidak berlebihan dan cocok tidak akan menimbulkan masalah apa-apa. Tetapi jika memang tidak dibutuhkan untuk tubuh kenapa harus diberikan? Jadi kita bisa ambil amannya saja kan Bunda?

Semoga sedikit cerita saya dapat membantu dan menambah informasi ya Bunda. Semoga Bunda dan buah hati selalu sehat.

, , , , ,
Artikel Populer Lainya
Latest Posts from Kompanesia.com