Gejayan Memanggil
#GejayanMemanggil 23 September 2019
#GejayanMemanggil 23 September 2019

Sebuah Aksi Damai dengan tagar #GejayanMemanggil akan digelar pada Senin 23 September 2019, sebuah aksi Mahasiswa yang peduli dan prihatin dengan nasib Bangsa dengan MEMPROTES kondisi negara belakangan ini, terutama berkaitan dengan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), UU KPK, Kerusakan Lingkungan, RUU Pertahanan, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dan penangkapan aktivis.

Dimana masih teringat jelas dibenak kita akan tragedi 8 Mei 1998 dimana Gejayan merupakan saksi sejarah perlawanan Mahasiswa dan Rakyat Jogja terhadap rezim yang berkuasa kala itu dan perjuangan menuju reformasi 98, dan pada peristiwa itu mengakibatkan meninggalnya seorang Mahasiswa yang bernama Moses karena luka pukulan dan hantaman. Hingga saat ini nama Moses dijadikan nama Jalan disalah satu jalan daerah Gejayan.

Titik Kumpul Pusat Aksi akan bertitik di Pertigaan Colombo Gejayan di mulai pukul 13.00 WIB, adapaun pembagian 3 titik awal adalah :

  1. Titik kumpul 1 : Gerbang Utama Kampus Universitas Sanata Dharma pukul 11.00 WIB
  2. Titik kumpul 2 : Pertigaan Revolusi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga pukul 11.00 WIB
  3. Titik Kumpul 3 : Bundaran Universitas Gajah Mada pukul 11.00 WIB

Lalu apa saja yang menjadi tuntutan para pendemo ? berikut beberapa tuntutan demonstran :

  1. Mendesak Pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasa korupsi.
  2. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal bermasalah dalam RKUHP.
  3. Menuntut Negara untuk mengusut dan mengadili elite-elite yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran di beberapa wilayah di Indonesia.
  4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja.
  5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertahanan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reformasi agraria.
  6. Mendorong proses demokratis di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis
  7. Mendesak pengesahan RUU penghapusan Kekerasan Seksual.

Selain itu aliansi juga menyatakan mosi tidak percaya kepada DPR dan seluruh elite politik yang dianggap telah mengebiri demokrasi. Selain itu aliasni juga mengkritiki kriminalisasi aktivis terutama aktivis anti korupsi.

moses gatutkaca
moses gatutkaca

Semoga tuntutan demonstran dapat didengar dengan baik oleh para elite politik, dan semoga aksi berjalan damai tanpa ada kerusuhan dan jangan sampai Peristiwa Moses di Tragedi Gejayan 98 terulang kembali. Sudah terlalu banyak korban dalam perjuangan rakyat untuk bumi pertiwi ini, jangan sampai darah tertumpah lagi. Damai di Sorga Moses…

, , ,
Latest Posts from Kompanesia.com