Bayi sehat

Cara Merawat Bayi – Memiliki buah hati adalah kado terindah dalam jalinan kasih sebuah pernikahan. Kado terindah tersebut benar-benar rahasia Ilahi yang tidak akan pernah bisa diprediksi setiap pasangan suami istri kapan datangnya moment terindah itu. Ada yang cepat, ada yang butuh bertahun-tahun untuk memiliki buah hati, ada pula yang hingga saat ini pun belum dikaruniai.

Tetapi sebagai pasangan haruslah saling mendukung dan menguatkan apapun kondisi yang dihadapi oleh pasangannya. Jika belum dikaruniai buah hati hingga saat ini, janganlah berputus asa, tetaplah berpikiran positif, berusaha dan berdoa. Dan mungkin bisa memilih mengadopsi anak untuk mewarnai keluarga kecil anda.

Banyak jalan untuk bisa tetap mensyukuri hidup tanpa saling menyalahkan. Nah..untuk pasangan suami istri terutama pasangan muda yang baru memiliki baby sering kali dijumpai cara mengasuh bayi yang berbeda antara ibu yang satu dengan yang lain bahkan dengan cara neneknya merawat cucu kesayangannya. Karena beberapa cara mengasuh bayi dimasa lalu tidak lagi bisa diterapkan dimasa sekarang berdasarkan penelitian para ahli.

Kami pun sama, sering dihadapkan dengan perbedaan-perbedaan cara asuh orang tua kami dan para ibu zaman now.

Memandikan bayi sehat
Memandikan bayi sehat

Misalnya saja dari hal:

Menurut orang zaman dulu, memandikan bayi dengan air dingin akan membuat bayi tumbuh kuat, padahal hal itu bergantung pada usia bayi, kondisi bayi, suhu sekitar. Apabila dipaksakan akan mempengaruhi metabolisme tubuh bayi.

Setelah bayi mungil bunda mandi, dahulu para ibu selalu memakaikan minyak telon dan bedak bayi dengan jumlah yang sangatlah banyak. Sesuatu yang digunakan berlebihan, tidaklah menghasilkan hal yang baik. Hati-hati ya Bunda, jangan sampai serbuk bedak terhirup bayi anda.

Nah sekarang terkait penggunaan pakaian pada bayi. Dulu selain menggunakan baju dan popok bayi juga menggunakan gurita sebagai pengganti kaos dalam bayi, benar kan Bunda? Sedangkan menurut pengalaman pribadi saya untuk saat ini tidak disarankan untuk menggunakan gurita yang terlalu kencang terkait dengan perkembangan organ dalam bayi.

Ingatkah Bunda cerita nenek-nenek kita dalam merawat bayinya agar kaki bayi lurus? Nah solusi para nenek adalah  membedong bayi dengan sangat kencang agar kaki bayi yang awalnya tampak tidak lurus menjadi lurus, padahal hal itu menyebabkan bayi tidak dapat bergerak bebas dan bisa berpengaruh pada perkembangan tulang-tulang bayi. Jadi kalau mau membedong jangan terlalu kencang ya Bunda.

  • Mitos atau fakta, tidak boleh memotong kuku bayi sebelum 40 hari?

Saat bayi, kuku bayi cepat sekali memanjang. Tetapi dahulu ada pantangan memotong kuku bayi sebelum 40 hari. Coba bayangkan apabila kuku bayi baru dipotong setelah 40 hari, pasti sudah panjang bukan? Dan malah bisa melukai wajah lembut bayi. Jadi tidak masalah memotong kuku bayi yang terpenting saat memotong haruslah berhati-hati.

  • Mitos atau fakta bahwa rambut bayi wajib dicukur habis?

Nah, selain mitos tidak boleh memotong kuku bayi, rambut bayi wajib dipotong habis alias gundul. Konon katanya agar rambut bayi bisa tumbuh lebih tebal. Ketebalan rambut bayi bukan karena dicukur atau tidak, melainkan pengaruh dari faktor genetik.

  • Mitos atau fakta bahwa tali pusat bayi harus diikat dengan kencang?

Oya, ada hal yang tidak kalah pentingnya dijaga saat bayi baru lahir yaitu tali pusat bayi. Dahulu tali pusat bayi haruslah diikat kencang, ada pula yang memberi kunyit atau ramuan agar lekas kering. Padahal tali pusat haruslah dijaga kebersihannya, yaitu dengan mengganti perbannya setiap hari dan setiap kali perbannya terkena air atau basah agar tetap kering dan aman dari kuman sehingga tidak terjadi infeksi dan lekas putus.

  • Mitos atau fakta sebelum 40 hari ibu dan bayi tidak boleh keluar rumah?

Saat ingin keluar rumah, saya diingatkan agar ibu dan bayi tidak boleh keluar rumah selama 40 hari pertama. Sebenarnya boleh-boleh saja keluar rumah asalkan tidak ditempat keramaian karena kekebalan tubuh bayi belum terbentuk sempurna.

  • Mitos atau fakta ASI harus diperas sebelum diberikan ke bayi?

Ketika ingin menyusui bayi, para nenek mengharuskan untuk memeras ASI dan membuangnya sebelum menyusui bayi. Mereka beranggapan bahwa ASI yang terlalu lama tidak diminumkan menyebabkan ASI basi karena warnanya yang agak kekuningan, padahal ASI yang seperti itu adalah ASI yang berkualitas baik.

Mitos atau fakta jika bayi menangis pertanda bayi lapar?

Pernah kah Bunda mendengar saran jika bayi sering menangis pertanda dia lapar dan harus segera diberi makan. Atau saat bayi tidak mau lepas dari puting ibu berarti bayi anda lapar atau asi anda kurang untuk sang buah hati? Jangan khawatir, bunda harus tetap berpikiran positif karena hal itu dapat membantu tercukupinya kebutuhan ASI selain bunda memang harus banyak mengkonsumsi sayuran hijau, buah-buahan dan air putih. Pemberian makan pada bayi yang terlalu dini tidaklah disarankan karena sistem pencernaan dan lambung bayi belum siap menerima makanan selain ASI. Kapankah saat yang tepat makanan pendamping ASI diberikan? Nanti bisa bunda simak di halaman selanjutnya ya bunda.

  • Mitos atau fakta, obat dari mata bayi yang berair adalah dengan ditetesi ASI?

Bayi adalah makhluk yang paling rentan terserang penyakit karena kekebalan tubuh mereka sedang dibentuk dan belumlah sempurna. Pernahkah saat mata bayi mengeluarkan kotoran atau belek disarankan untuk menetesinya dengan ASI agar lekas sembuh? Hal itu sangat tidak disarankan karena akan membuat mata bayi tidak bersih. Jika bayi baru lahir matanya mengeluarkan kotoran dalam beberapa hari, merupakan hal yang wajar karena mata mereka menyesuaikan dengan lingkungan mereka saat ini.

  • Mitos atau fakta solusi saat bayi demam adalah dengan memberikan minum kopi?

Sebaiknya tidak dilakukan karena kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan detak jantung bayi dan dapat membahayakan bayi.

Diatas adalah beberapa perbedaan cara merawat bayi zaman nenek moyang kita dibandingkan dengan zaman sekarang. So..jadilah ibu yang cerdas dalam merawat bayi, karena buah hati anda sangatlah berharga.

, , , , , , ,
Artikel Populer Lainya
Latest Posts from Kompanesia.com